Didalam artikel tersebut, terdapat beberapa kata kiasan atau konotatif, yaitu
1. Lompatan -> seharusnya pencapaian
2. Menggeber -> seharusnya mengguncang atau menguasai
3. Membayangi -> seharusnya mengikuti
4. Digadang-gadang -> seharusnya yang dibesar-besarkan

Selain itu, terdapat pilihan kata (diksi) yang tidak tepat pada artikel tersebut, yaitu :
1. Perombakan -> seharusnya perubahan
2. Besutan -> seharusnya buatan
3. Heboh -> seharusnya meriah
4. Dari Para pesaingnya -> seharusnya dari pesaingnya, karena kata “pesaingnya” sudah plural, kata “para” harus dihilangkan.
5. Vendor adalah kata bahasa asing yang artinya penjual. Maka, penulisan dalam artikel tersebut seharusnya dicetak miring.

Kelebihan dalam artikel tersebut adalah penggunaan tanda baca dan pilihan kata (diksi) sudah sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia yang berlaku. Misalnya, kata “Windows, Apple” tidak dicetak miring karena kata tersebut bukan merupakan bahasa asing, melainkan hasil produk dari suatu perusahaan. Kemudian yang kedua, misalnya tanda hubung “-“ digunakan sebagai tanda untuk keterangan tambahan pada suatu kalimat.

Kekurangan dalam artikel tersebut adalah terdapat beberapa kata yang bersifat konotatif atau kiasan. Sedangkan dalam karya ilmiah biasanya tidak boleh menggunakan bahasa konotatif atau kiasan.

Dapat diambil kesimpulan bahwa tema dari artikel tersebut adalah mengenai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

Daftar Pustaka :
Riza,Budi.”Sistem Operasi Windows Mengalami Perombakan Dramatis”.Koran Tempo,No.244/II,3 November 2012.