Sebagian besar barang dan jasa ekonomi mulai dari kendaraan, hingga kecapi, diproduksi oleh berbagai perusahaan yang berbentuk perusahaan perseorangan, perusahaan perseroan atau oleh perusahaan raksasa. Untuk memahami perekonomian pasar, pertama- tama kita harus memahami organisasi dan fungsi perusahaan bisnis dalam perekonomian. Faktor pendorong utama timbulnya organisasi produksi dalam perusahaan berasal dari produksi masa yang ekonomis. Produksi yang efisien membutuhkan pabrik dan mesin serta jalur perakitan khusus, juga pembagian pekerjaan menjadi sejumlah kegiatan kecil.

Faktor kedua adalah meningkatkan sumber daya untuk produksi berskala besar. Untuk mendirikan sebuah pabrik peleburan baja dibutuhkan banyak biaya atau modal. Dewasa ini dalam perekonomian kapitalis, sebagian besar dana atau modal untuk kegiatan produksi berasal dari laba perusahaan atau dari pinjaman pasar uang. Pada dasarnya produksi yang dibiayai oleh swasta sebetulnya sulit untuk dipertimbangkan, jika perusahaan tidak mampu menghasilkan banyak dana setiap tahunnya untuk pendirian proyek baru.

Faktor ketiga diperlukannya perusahaan untuk mengorganisasikan produksi adalah persyaratan manajemen. Perusahaan biasanya dikelola oleh seorang atau beberapa orang manajer, yaitu orang yang dapat mengorganisir produksi, memperkenalkan ide- ide atau produk baru atau proses- proses baru, mengambil keputusan bisnis dan bertanggung jawab atas keberhasilan atau kegagalannya. Produksi diorganisir dalam perusahaan karena efisiensi biasanya memerlukan produksi skala besar, sumber keuangan yang cukup besar dan pengelolaan yang diteliti serta pengawasan atas aktivitas yang sedang berjalan.

Esensi suatu perekonomian adalah produksi. Contohnya seorang petani modern menggunakan input, yaitu factor produksi tanah, tenaga kerja, mesin, pupuk. Input tersebut dipergunakan selama musim tanam dan musim tumbuh. Pada musim panen petani tersebut mengambil hasil tanamnya. Kita mengasumsikan bahwa petani selalu berusahan keras untuk melakukan produksi secara efisien atau dengan biaya yang paling rendah. Dengan demikian petani selalu berusaha untuk memproduksi tingkat output maksimum dengan menggunakan suatu dosis input tertentu dan dengan menghindarkan pemborosan sekecil mungkin.

Kegiatan yang dijalankan oleh semua perusahaan adalah untuk merubah input menjadi output. Karena para ahli ekonomi tertarik pada pilihan- pilihan yang dibuat perusahaan- perusahaan tersebut dalam mencapai tujuannya karena mereka ingin menghindari banyak kerumitan perekayasaan yang terdapat dalam keputusan- keputusan produksi yang sesungguhnya. Mereka telah memutuskan untuk menyusun suatu model abstrak dari produksi. Dalam model ini hubungan antara input dan output dirumuskan sebuah fungsi produksi sebagai berikut: Q = f (K,L,M,…)
Dimana Q menunjukkan output suatu barang tertentu selama suatu periode, K menunjukkan pemakaian mesin (modal) selama periode tersebut, L menunjukkan input jam kerja, M menunjukkan bahan mentah yang dipergunakan dan notasi titik menunjukkan kemungkinan variabel- variabel lain yang mempengaruhi proses produksi.

Jadi secara lebih sederhana lagi, fungsi produksi menunjukkan jumlah output maksimum yang dapat diperoleh dari sekumpulan input tertentu. Jika hanya terdapat dua input, modal (K) dan tenaga kerja (L) maka fungsi produksi ditunjukkan sebagai berikut: Q = f (K,L). Berikut ini pembahasan mengenai produktivitas fisik fungsi produksi.

1. Produktivitas Fisik Marjinal
Produktivitas fisik Marjinal suatu input adalah jumlah unit tambahan input tersebut sedangkan tingkat penggunaan semua input lain tetap konstan.

2. Produktivitas Fisik Rata- rata
Produktivitas tenaga kerja biasanya berarti produktivitas rata- rata. Dikatakan bahwa industri tertentu mengalami kenaikan produktivitas, maka hal itu berarti bahwa output unit input tenaga kerja telah naik. Meskipun dalam ilmu ekonomi konsep produktivitas rata- rata ini tidak sepenting produktivitas marjinal, namun konsep ini mendapat perhatian yang cukup besar dalam pembahasan populer. Jadi produktivitas fisik rata- rata suatu input adalah output total per unit dari input tersebut yang dipergunakan.