Elastisitas pendapatan berbeda antara jangka pendek dan jangka panjang karena pendapatan lebih besar dalam jangka panjang daripada jangka pendek. Perhatikanlah perilaku konsumen bensin selama periode pertumbuhan ekonomi yang menguat, dimana pendapatan agregat naik 10 %. Akhirnya orang- orang akan meningkatkan konsumen bensin mereka, karena mereka mampu membiayai lebih banyak perjalanan dengan kendaraan dan mungkin membeli mobil yang lebih besar. Tetapi perubahan konsumen bensin perlu waktu, yang pada awalnya permintaan hanya naik sedikit. Dengan demikian elastisitas jangka panjang akan lebih besar daripada elastisitas jangka pendek.

Sebaliknya berlaku untuk barang duratif. Sekali lagi kita lihat mobil. Bila pendapatan agregat naik 10%, maka total kepemilikan mobil konsumen juga akan naik, katakan sebesar 5%. Tetapi perubahan ini berarti kenaikan yang jauh lebih besar dalam pembelian mobil pada saat itu. Akhirnya konsumen berhasil menambah jumlah mobil yang mereka miliki, setelah jumlah mobil ditambah, pembelian mobil baru sebagian besar untuk mengganti mobil- mobil tua. Untuk jelasnya adalah elastisitas permintaan jangka pendek akan jauh lebih tinggi daripada elastisitas jangka panjang.

Keterangan:
Gambar 4.11: dalam jangka pendek, kenaikan harga hanya berpengaruh kecil terhadap jumlah permintaan bensin. Para pengendara kendaraan bermotor mungkin lebih sedikit mengenai mobilnya, tetapi mereka tidak akan mengganti jenis mobil yang mereka miliki dalam semalam. Namun dalam jangka panjang, mereka akan berganti pada mobil yang lebih kecil elastis dalam jangka panjang daripada jangka pendek.

Gambar 4.12: pada permintaan atas, mobil yang terjadi justru sebaliknya, jika harga naik pada mulanya konsumen menunda pembelian mobil baru sehingga jumlah permintaan selama setahun jatuh dengan tajam. Bagaimanapun juga dalam jangka panjang mobil tua aus dan harus diganti sehingga jumlah permintaan dalam setahun akan naik. Sehingga permintaan kurang elastic dalam jangka panjang daripada jangka pendek.

Secara matematis, elastisitas pendapatan (income elasticity of demand) dirumuskan sebagai berikut:

Keterangan:
∆Q = perubahan kuantitas
∆l = perubahan pendapatan
l = pendapatan
Q = kuantitas/ jumlah barang
El = elastisitas pendapatan

Kriteria tingkat elastisitas pendapatan:
Jika El > 1 berlaku untuk barang superior (mewah)
Jika El < 0 berlaku untuk barang interior
Jika El berada diantara 0 dan 1 berlaku untuk barang normal

Contoh:
Pada saat pendapatan perbulannya sebesar Rp 1.000.000 Darban membeli sate sebanyak 4 kali sebulan. Tahun berikutnya ada kenaikan pendapatan perbulan menjadi Rp 1.500.000 dan Darban membeli sate sebanyak 10 kali sebulan. Berapakah elastisitas pendapatannya?

Jadi besar elastisitas pendapatan (El) sebesar 3, maka sate merupakan barang superior atau mewah.