Elastisitas Permintaan Karena Harga
Pengertian elastisitas permintaan karena harga adalah merupakan perubahan persentase jumlah permintaan barang akibat kenaikan satu persen pada harga barang tersebut. Dengan menyatakan jumlah dan harga masing- masing barang dengan Q dan P, maka elastisitas permintaan karena harga dapat dinyatakan sebagai berikut:

Dan %∆P berarti persentase perubahan pada P. Perubahan persentase pada suatu variabel hanyalah perubahan mutlak pada variabel tersebut dibagi dengan tingkat dasar variabel tersebut. Jadi elastisitas permintaan karena harga dapat juga dinyatakan sebagai berikut:

Elastisitas permintaan karena harga biasanya merupakan bilangan yang negative. Jika harga suatu barang naik, jumlah permintaan turun jadi ∆Q/∆P adalah negative, begitu juga Ep. Kadang- kadang merujuk pada besarnya elastisitas harga, yaitu ukuran mutlaknya. Misalnya Ep = -2 akan dikatakan bahwa magnitude elastisitas adalah 2.

Adapun faktor- faktor yang mempengaruhi elastisitas permintaan yang menyebabkan terjadinya perbedaan nilai elastisitasnya adalah
• Adanya barang substitusi
Barang substitusi adalah barang yang memiliki manfaat dan kegunaan yang hampir sama dengan utamanya, misalkan jagung adalah subtitusi beras. Barang substitusi ada yang biasa dan ada juga yang kadang disebut substitusi dekat. Barang substitusi dekat adalah barang yang fungsi dan kegunaannya sama, hanya mungkin berbeda merek, kemasan dan pelayanan, misalnya beras 64 dengan beras menthik. Makin banyak substitusi suatu barang, makin besar kemungkinan pembeli untuk berpindah dari barang utama seandainya terjadi kenaikan atau penurunan harga. Secara teoritis bila suatu barang memiliki substitusi permintaannya cenderung elastic (Ep > 1). Jika harga suatu barang naik sebesar 1% permintaannya akan turun di atas 1 % dan sebaliknya.
• Persentase pendapatan yang digunakan atau jenis barang
Seorang konsumen akan memberikan porsi yang besar dari pendapatannya untuk membeli barang yang biasa digunakan sehari- hari(sudah menjadi kebutuhan). Untuk barang yang masih bisa ditunda, porsi pendapatan untuk membeli barang tersebut kecil. Jadi jika barang yang dimaksud adalah barang yang dibutuhkan, dengan kata lain sebagian besar pendapatan dipergunakan untuk mendapatkan barang yang dimaksud, makin elastislah permintaannya.
• Jangka waktu analisis/ perkirakan atau pengetahuan konsumen
Dalam jangka pendek terjadinya perubahan harga tidak secara otomatis menyebabkan terjadinya perubahan permintaan. Hal ini disebabkan perubahan yang terjadi di pasar belum diketahui oleh konsumen. Dengan demikian dalam jangka pendek permintaan cenderung tidak elastis.
• Tersedianya sarana kredit
Meskipun harga barang telah diketahui naik, sedangkan pendapatan tidak mencukupi, permintaan barang tersebut relatif akan tetap bila ada fasilitas kredit dari penjual/ produsen. Sebaliknya bila harga barang yang dimaksud turun, permintaan atas barang tersebut tidak akan naik bila ada fasilitas kredit untuk barang substitusi . Dengan demikian bila terdapat fasilitas kredit, elastisitas permintaan cenderung inelastisitas atau elastisitas sempurna.

Secara teori terdapat beberapa manfaat mengetahui nilai elastisitas permintaan suatu barang, yaitu:
• Perpajakan
Bila diketahui bahwa permintaan atas suatu barang bersifat elastis, pemerintah relatif tidak akan meningkatkan pungutan pajak atas barang tersebut. Sebaliknya bila bersifat inelastis, pemerintah cenderung akan meningkatkan pungutan pajak atas barang yang dimaksud.
• Kebijakan Impor
Dalam hal ini, pemerintah yang berkepentingan mengendalikan impor suatu barang. Bila elastisitas barang impor tersebut bersifat elastis yang berarti bila harganya naik mengakibatkan persentase penurunan permintaan akan lebih besar dari persentase kenaikan harganya, pemerintah akan berusaha agar barang tersebut tersedia dalam jumlah yang cukup dan akan berusaha mempertahankan kurs valuta mata uangnya relatif stabil. Bila tidak elastis, dimana kenaikan harga diikuti oleh penurunan permintaan yang persentasenya lebih kecil dari persentase kenaikan harga, kebijakan pemerintah adalah mempertahankan jumlah impor tersebut dan berusaha memperkenalkan produksi dalam negeri.
• Strategi penerapan harga atas barang
Dalam rangka meningkatkan hasil penjualan/ penerimaan, produsen akan berusaha menempuh dengan cara seoptimal mungkin agar keuntungan tercapai. Salah satu strategi yang umumnya digunakan adalah kebijakan harga.

Kriteria sifat elastisitas harga (Ep):
• Jika Ep = 1 disebut unitary adalah bila harga mengalami perubahan sebesar 1% akan memberi pengaruh jumlah yang diminta berubah sebesar 1%.
• Jika Ep 1 disebut elastis berarti bila harga mengalami perubahan sebesar 1% akan memberi pengaruh jumlah yang diminta lebih besar dari 1%.
• Jika Ep = 0 disebut inelastis sempurna berarti permintaan tidak tanggap terhadap perubahan harga atau berapapun harganya, jumlah yang diminta tetap.
• Jika Ep = tidak terhingga disebut elastis sempurna berarti konsumen mempunyai kemampuan untuk membeli berapapun jumlah barang yang ditawarkan oleh produsen pada tingkat harga tertentu.