Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu antara lain keluh kesah, kesengsaraan, kelaparan, kepanasan, ketidaknyamanan dan lain- lain.

Baik dalam Al- Qur’an maupun kitab suci agama lain banyak surat dan ayat yang menguraikan tentang penderitaan yang dialami manusia itu sebagai peringatan bagi manusia. Tetapi umumnya manusia itu kurang memperhatikan peringatan tersebut, sehingga manusia mengalami penderitaan.

Jika ada suatu yang dilarang oleh Allah SWT yang tidak boleh dilakukan manusia itu artinya bahwa jika manusia melanggarnya maka manusia itu akan mengalami penderitaan atau berakibat yang kurang baik bagi manusia itu sendiri.

Untuk kelangsungan hidupnya, manusia harus menghadapi alam, menghadapi masyarakat sekelilingnya dan tidak boleh lupa takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Apabila manusia melalaikan salah satu dari pada perintah Nya, atau kurang sungguh- sungguh menghadapinya, maka akibatnya manusia akan menderita. Bila manusia itu sudah berkeluarga, maka penderitaan juga dialami oleh keluarganya. Penderitaan semacam itu ada dalam kehidupan sehari- hari. Baik di kota- kota maupun di desa, bila orang malas bekerja tentu ia akan menderita hidupnya.

Dalam riwayat nabi Muhammad SAW, diceritakan sebagai anak yatim, dan kemudian yatim piatu, dibesarkan kakeknya dan kemudian pamannya, yang semuanya penuh penderitaan. Ia mengembala kambing, bekerja pada orang (buruh) dan sebagainya. Bahkan lebih 75% dari hidupnya mengalami penderitaan yang luar biasa.
Nabi Isa pun hidupnya penuh penderitaan, bahkan lahirnyapun dipalungan. Kalau kita baca buku riwayat hidup (biografi) orang-orang besar, semuanya dimulai dengan penderitaan, jarang ada orang besar langsung menjadi besar.

Hamka mengalami penderitaan yang hebat pada masa kecilnya, hingga ia sempat mengecap sekolah kelas 2 saja . Namun akhirnya ia menjadi orang terkenal, orang besar pada zamannya, berkat perjuangan hidupnya melawan penderitaan.
Bung Hatta beberapa kali menjalani pembuangan ditengah hutan Irian jaya yang penuh belukar dan penyakit, namun Allah SWT tetap melindunginya. Dan akhirnya menjadi pemimpin bangsanya.

Seperti kata pepatah berakit-rakit ke hulu berenang-renang ketepian, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian , kerja keras dahulu baru menikmati hasilnya.

Sebenarnya Allah itu Maha Baik, jika kita ditakdirkan seperti ini alias penuh derita , itu artinya Allah sudah mengukur bahwa kita diberi kemampuan yang dapat melalui hal tersebut dengan baik.

Kata Allah : “ AKU seperti yang difikirkan oleh hambaku” , makanya kita tidak boleh berprasangka buruk terhadap Allah walaupun Cuma satu detik.