Aku terbangun dimalam hari yang gelap gulita, sehingga membuat mataku terasa sakit untuk melihat seluruh tempat. Akhirnya aku pun meminum segelas air yang terdapat di ujung rumah yang besar ini.

Selagi sedang berjalan untuk mengambil akhir sasaran pendengaran ku pun tertuju kepada suara, ngik-ngik.. (aku pun memeriksa keadaan sekitar dengan hati-hati) dan ternyata itu adalah suara jendela yang belum tertutup rapat, akhirnya aku pun menutup jendela tersebut.

Tanpa sadar badanku terasa dingin sekali karena angin yang berhembus melalui jendela telah menusuk sebagian bulu roma ku sehingga membuatku terasa dingin dan kaku, setelah aku menutup jendela tersebut aku segera berlari mengambil sebuah mantel tidur di kamar tidur.

Dan kembali kepada tujuan ku untuk mengambil segelas air, dalam gelap malam yang dingin aku berjalan perlahan untuk melewati selangkah demi selangkah menuju dapur yang berada tepat di ujung rumah yang besar ini.

Dalam langkah ku terpikirkan (apa yang bisa aku lakukan setelah minum segelas air ?) aku pun terus berpikir dalam langkah tersebut, dan aku pun sampai di dapur, secangkir gelas mulai aku cari dari dalam lemari yang didalam nya tertata sangat rapih gelas-gelas dan juga banyak piring serta alat makan lainnya.

Aku langsung tertuju kepada gelas yang biasa aku gunakan untuk minum yaitu gelas yang berlogo huruf “M” setelah itu aku pun mulai mengarahkan wadah gelas ke Dispenser yang berisi air, aku langsung menekan tombol untuk mengeluarkan/menuangkan air kedalam gelas, aku pun terdiam kembali karena mata mulai redup, sehingga membuat air yang tertuang pada gelas tumpah sebagian ke bawah dispenser dan mengenai sedikit baju dan mantel tidur ku.

Aku pun mulai mencari tempat duduk yang posisinya tepat didepan dispenser, tempat duduk tersebut biasa aku dan kedua orang tua ku gunakan untuk makan setiap hari. Minuman yang di hantarkan melalui gelas yang berlogo huruf “M” itu pun ke dalam mulut ku langsung menyegarkan perasaan dan badan ku seketika itu.

Minuman itu pun langsung habis dan aku kembali membayangkan (apa yang bisa aku lakukan setelah minum segelas air ?)… akhirnya aku merasa agak dingin dan gemetar, karena efek dari minum tersebut akhirnya aku pergi ke kamar kecil untuk buang air.

Setelah 5 menit, selesai aku membuang air dan aku pun ternyata tidak bisa langsung menyatakan rencana apa yang saya harus buat setelah minum tersebut.

Dan aku mulai membuka buku yang menurut ku menarik untuk dibaca, dan ku baca sebagian dari buku itu.

Selagi membaca mata ku pun mulai me-merah kembali karena efek dari sebagian membaca dan sebagian tubuhku juga mulai melemah karena mengantuk.

Lalu aku memaksakan diri untuk selalu membaca sehingga membuatku benar-benar terlelap dalam tidur. Dan tanpa sadarkan diri aku langsung berbaring di lantai bawah meja belajar.

Dalam perjalanan mimpiku pun terasa seperti jatuh kedalam jurang yang membuat badanku lemah tak berdaya. Dalam benakku (mungkin inikah yang dinamakan kematian sementara) lalu yang ku ingat selanjutnya dalam perjalanan tidur dan mimpiku pun terdapat sesosok manusia yang selalu diam memandangiku, entah mengapa rasa ini kadang merasakan ketakutan tapi kadang juga merasakan kedekatan yang sehingga membuatku semakin terlelap untuk tidur lebih jauh.

Kian lama tidur, kian lama juga perjalanan mimpi yang ku rasakan. Seringkali mimpi itu membawa ku kesebuah perjalan di dunia nyata, tetapi aku berpikir “apakah jika aku mimpi dan bertemu teman ku maka akankan temanku juga merasakan mimpi yang sama ?” pertanyaan itu pun selalu membawa ku kepada mimpi yang aku rasakan saat ini.

Akhirnya entah kenapa dalam perjalan tidur ku ini pun merasakan kedinginan dari kaki hingga pinggang, dan aku pun berpikir kembali “dari mana rasa ini berasal?” seakan-akan merasakan kehidupan yang lain setelah kematian.

Tapi aku langsung teringat tentang TUHAN, dan juga masih banyak keluarga dan teman-teman yang aku kenal di dunia nyata, akhirnya karena itulah aku seketika bangun dari tidur ku.

Sengaja kulihat kembali jam dinding yang berdetak seperti jantung ini. Ternyata setelah ku lihat kembali jam, aku pun merasakan tidur ku ini masih sebentar sekitar 30 menit berlalu, tapi didalam mimpi aku merasakan begitu banyak hal yang aku lewati bersama orang-orang yang aku kenal dan juga begitu banyak pikiran yang aku pikirkan dalam mimpi tersebut.

Langsung ku usapkan saja wajahku yang masih kusam dengan kedua tangan yang agak berdebu karena kotoran debu yang melekat dari lantai dekat meja belajarku.

Tak lama kemudian aku pun kembali ke tempat tidur, dan aku pun meninggalkan meja belajar dan buku-buku yang ingin ku baca.

Lalu sesampainya di kamar aku pun masih belum bisa memejamkan mata ini, karena mungkin masih terpikir jelas oleh ku (Mengapa mimpi yang sekian lama tadi ternyata begitu singkat dalam tidur ku?) pikiran ini pun seakan-akan menjadi motivasi untuk selalu mengingat mimpi yang telah di lewati itu.

Detik demi detikpun berlalu sehingga bermenit-menit, aku pun akhirnya tidur kembali dan tak sengaja mimpi itu seakan-akan berkelanjutan.
Akhirnya kuabaikan mimpi yang kedua ini, dengan tenang aku lewati mimpi yang kedua dari malam ini.

Ternyata tak lama kemudian aku pun terbangun karena mendengar suara gemuruh Adzan dan juga ayam berkokok dari jendela kamar kecilku.

Aku pun melihat kembali jam yang kali ini terpasang di atas tempat tidur. Melihat dan menghitung kembali berapa lama aku tertidur, ternyata tidur ku pun kali ini sangat lama, tetapi aku merasakan bahwa mimpi dari tidur yang kedua ini terasa sangat cepat bahkan di mimpiku aku tidak merasakan banyak hal, karena aku berpikir tenang pada mimpi kali ini.

Dan kembali aku usapkan wajahku dengan kedua tangan ku ini. Dan langsung menuju ke kamar mandi untuk membasuh wajah dengan air lalu minum beberapa gelas air.