Olahraga adalah suatu aktivitas melatih tubuh agar tubuh menjadi sehat dan segar. Sesungguhnya olahraga adalah hal yang sangat menyenangkan, apalagi jika olahraga tersebut sudah menjadi hobbi yang mendarah daging maka rasanya tidak bisa hidup dengan melepas kegemaran tersebut, di sekolah- sekolah pelajaran olahraga biasanya sangat diminati para siswa karena dapat melepas penat belajar dikelas selama berjam- jam, maka pelajaran olahraga merupakan sarana rekreasi termurah bagi para siswa. Bagi siswa yang kurang hobbi berolahraga maka cape dan lelah itu yang dikatakannya. Olahraga sangatlah bagus untuk kesehatan tubuh kita, untuk menjaga stamina kita agar tetap buga, Untuk menjaga metabolisme tubuh dan menghindari dari berbagai macam penyakit ringan maupun berat. Didalam berolahraga tidak membedakan gender baik laki- laki ataupun perempuan sama saja, berhak untuk dapat memiliki tubuh yang sehat dan bahagia , ada pepatah yang mengatakan MEN SANA IN CORPORE SANNO yang artinya didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat, tetapi akhir-akhir ini pepatah tersebut sering dibalik yaitu DIDALAM JIWA YANG SEHAT AKAN TERDAPAT TUBUH YANG KUAT. Apapun alasannya ternyata olahraga merupakan suatu yang universal tumbuh disemua bangsa tanpa membedakan gender laki-laki atau perempuan semua dapat berolahraga atau menonton pertandingan olah raga contohnya.

Ketika saya duduk di sekolah menengah atas . Ujian dalam mata pelajaran olahraga untuk laki- laki maupun perempuan tidak dibedakan. Kebetulan aku adalah perempuan yang bersekolah di sekolah teknologi yang siswanya lebih banyak laki-laki dibanding perempuan, dari 1400 orang siswa seluruhnya kurang lebih wanitanya hanya sekitar 60 orang siswi saja. Ketika Ujian praktek olahraga berlangsung, laki- laki harus lari mengelilingi lapangan veldroom sebanyak 6 kali putaran, sedangkan yang perempuan juga harus lari mengelilingi lapangan sebanyak 6 kali putaran tak ada dispensasi sama sekali. Karena memang saya bersekolah di sebuah sekolah teknologi industri, maka perempuan memang dituntut harus kuat seperti seorang laki- laki,agar terbentuk Sikap yang pantang menyerah, ulet, tangguh, tekun, mandiri dan tidak cengeng.

Tidak hanya ketika sedang ujian saja, ketika jam olahraga dimulai, kami langsung berjalan kaki ke veldroom yang jaraknya lumayan jauh dari sekolah saya, ketika sampai di lapangan, saya terkadang sudah sangat kelelahan, itupun lari keliling lapangan belum dimulai. Saya dan teman- teman saya dibagi menjadi 2 rombongan. Dan saya berada di rombongan lari yang kedua. Saya dan teman- teman saya berlari mengelilingi lapangan sebanyak 2 kali. Seperti biasa, saya berada pada posisi paling belakang. Dan ketika sampai, barulah saya beristirahat sebentar. Kemudian saya dan teman- teman bersama guru saya kembali ke sekolah dengan berjalan kaki santai sambil melepas lelah. Sesampainya di sekolah, karena jam olahraga masih panjang, maka saya dan teman- teman saya diharuskan untuk lari bolak- balik di dalam lapangan, dengan cara sprint atau lari secepat mungkin dua kali bolak- balik, berganti- gantian barisan, dan ketika barisan saya lagi, ganti gerakan yaitu scot jam sampai 5 kali, lalu baru lari bolak- balik, barisan setelah saya pun begitu dan seterusnya, dan ketika barisan saya lagi, gerakan berubah yaitu scot jam dan push up, kemudian lari bolak- balik. Ketika itu napas sudah terengah-engah, keringat sudah mengalir sangat deras, muka saya memerah benar- benar sungguh melelahkan, tetapi itu belum selesai, saya dan teman- teman saya masih harus berlari meloncati ban sebanyak 3 kali putaran. Dan selesailah jam olahraga pada hari itu. Tiap minggu saya dan teman saya melakukan hal yang seperti itu. Benar- benar sungguh melelahkan dan tidak dibedakan antara perempuan dan laki- laki.

Tidak hanya di sekolah saja, di dalam kehidupan sehari- hari, Perempuan dan laki- laki pun menyukai hal yang sama. Seperti Sepakbola misalnya. Sepakbola adalah permainan yang sangat disukai oleh kaum laki- laki tetapi banyak juga perempuan yang tergila gila menyukai pertandingan sepak bola,sampai-sampai pernah ada tim sepak bola wanita yang bernama TIM SEPAK BOLA BUANA PUTRI para pemainnya terdiri dari wanita semua itu cerita mamaku . Permainan sepak bola lazimnya dimainkan oleh kaum laki- laki, karena dalam permainan ini butuh tenaga yang ekstra, lari yang kuat dan terus menerus ,seorang pemain sepak bola sedikitnya harus dapat berlari selama 90 menit mengitari lapangan tanpa henti, belum lagi sambil memutar otak bagaimana mengumpan bola kepada kelompoknya, kapan dia harus bertahan kapan dia harus menyerang belum lagi menetralisir emosi untuk tetap tidak terpancing lawan mainnya. Maka kaum laki- laki lah yang sering memainkan permainan ini. Tetapi kaum perempuan pun juga tidak kalah, kaum perempuan juga pernah mengikuti permainan sepakbola. Dan banyak perempuan yang sangat menyukai bola, walapun ia tidak bermain. Seperti acara piala dunia misalnya, tidak hanya kaum laki- laki saja dari mulai anak-anak, remaja, orang dewasa sampai kakek-kakek dan nenek-nenek, dari usia dibawah umur, sampai yang sudah berusia lanjut semua menyukai pertandingan sepak bola. Apalagi saat ini,rakyat sedang bereuforia dengan sepakbola karena rakyat sangat mendambakan kemenangan khususnya Kemenangan dari TIMNAS PSSI kita.

Bentuk persamaan derajat juga terlihat ketika pemilihan lurah, saat ini sudah banyak lurah yang dijabat oleh wanita, pemilihan bupati , kepala daerah, gubernur juga banyak yang mencalonkan diri diantaranya adalah kaum perempuan, banyak wanita yang sekarang ini menjadi anggota DPR, serta menduduki jabatan-jabatan strategis di pemerintahan, swasta dan sebagainya mereka mempunyai skill yang tidak kalah oleh laki- laki, banyak perempuan – perempuan Indonesia yang prestasinya membanggakan. Itulah suatu bukti kesetaraan gender.Bukan hanya itu, wanita Indonesia juga pernah menjadi seorang Presiden di Negaraku Indonesia, yaitu Megawati Soekarno Putri.

Saat ini memang antara laki- laki dan perempuan mempunyai kedudukan yang sama , derajatnya sama ,tidak membedakan gender walau terkadang masih banyak juga yang didiskriminasi alias mendapat perlakuan yang tidak adil, semua itu butuh perjuangan , bahwa laki-laki dan perempuan adalah setara menurut kodratnya masing-masing .