Keluarga adalah hal penting dalam kehidupan. Keluarga dan lingkungan sangat mempengaruhi dalam pembentukan suatu kepribadian seseorang. Karena setiap hari kita tidak lepas dari keluarga , banyak waktu yang yang dihabiskan bersama mereka, karena keluarga selalu menemani kita setiap harinya baik pada masa sulit maupun gembira. Keluarga adalah tempat kita tahu apa itu arti menyayangi dan mengasihi satu sama lain, tempat kita mengetahui mana yang baik dan mana yang tidak baik. Keluarga adalah suatu tempat tumbuh kembang seorang anak dari mulai bayi yang tidak berdaya , tumbuh berkembang menjadi bisa berdiri, berjalan, berlari, berbicara, menulis, membaca, dan mempelajari berbagai interaksi dengan anggota keluarga lainnya, menuju suatu tahapan dari bayi lalu beranjak menjadi balita kemudian menjadi anak-anak, meningkat menjadi remaja kemudian memasuki masa kedewasaan bagi seseorang, berumah tangga membentuk suatu keluarga dan mulai mengerti akan arti kehidupan.

Selain keluarga, sekolah juga merupakan tempat menimba berbagai bidang ilmu dan keterampilan untuk bekal seseorang dimasa dewasa nanti. Sekolah juga merupakan tempat kita bersosialisasi dengan orang lain yang memiliki berbagai macam watak dan karakter agar kita dapat menyesuaikan diri atau beradaptasi dengan orang lain. Juga tak kalah pentingnya yaitu masyarakat, sebagai tempat tumbuh kembang seorang anak yang sangat menentukan. Karena lingkungan sekitar atau masyarakat turut membentuk kepribadian seseorang. Intinya pembentukan kepribadian seseorang banyak terpengaruh oleh 3 hal tersebut diatas yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat.

Saya adalah anak tunggal . Sedari kecil saya diajari mama banyak hal, mulai dari belajar sikat gigi, mandi sendiri, menyapu, mengepel lantai ,belajar mencuci pakaian, menyetrika baju sendiri, memasak, cuci piring, dan bersih-bersih rumah (hal terakhir inilah yang paling saya sukai). Ada perasaan menyenangkan saat selesai membereskan segala sesuatu dirumah walaupun rasanya lelah. Jika saya sedang merasa senang mengerjakan penataan rumah wah.. semua saya bereskan, jika sudah begini saya sering kelelahan lalu saya tertidur. Mama ingin saya bisa mandiri, belajar mengerjakan segala sesuatu sendiri, tidak manja, tidak mudah putus asa, tetap bersemangat dalam kondisi apapun, selalu mendekatkan diri kepada Allah, menjalankan semua perintah Allah dan menjauhi semua yang dilarang, mama sering mengingatkanku untuk selalu membaca Quran serta artinya, setiap sesudah sholat fardhu yach minimal 1 kali dalam 1hari, mama terkadang terkesan agak cerewet padaku, jika mamaku sudah berkicau waduh .. kepalaku rasanya sakit sekali, terkadang telingaku kututup dengan headset yang berisi lagu –lagu.

Mama. karena beliau single parent, beliau sangat sibuk dengan pekerjaan di kantor. Memang, kantornya agak jauh dari rumah, sehingga sesampainya di rumah, beliau sering cepat pergi tidur karena sudah kelelahan. Sehingga aku dan mama agak kurang berkomunikasi. Kekosongan atau kekurangan berkomunikasi ini sampai aku memasuki masa SLTA tingkat 1. Dan ketika aku naik ke tingkat 2, mama pindah ketempat kerja yang lebih dekat dengan rumah sehingga mama masih punya kesempatan waktu berkomunikasi denganku sebelum dia tidur . Aku juga akhir-akhir ini banyak bertanya pada mama tentang apa saja yang ingin ku ketahui.

Menjadi seorang anak tunggal yang tak mempunyai saudara rasanya sangat menyedihkan, tak ada teman untuk bermain dirumah, tak ada teman untuk berbagi cerita, tak ada teman untuk belajar atau bercanda. Kadang kadang aku bergurau, bercerita dan bercanda dengan mama seperti dengan teman. Dan akhir-akhir ini aku sudah lebih banyak bercerita atau curhat pada mama.

Aku bersyukur, saat aku duduk di Sekolah Dasar, aku disekolahkan di Madrasah Tsanawiyah sehingga aku bisa menulis dan membaca huruf Al Quran. Aku juga ikut kursus aritmatika atau Sempoa sampai kelas 5 SD, dan pada kelas 6 SD, sepulang sekolah aku kursus bersama teman-teman sekelas dirumah guruku untuk menghadapi ujian.

Setelah lulus SD Alhamdulillah aku diterima di SMP favorit yang aku inginkan yaitu SMP Negeri 9 Jakarta. Di SMP saya sekolah pagi hari dan sorenya lagi-lagi aku disuruh les oleh mamaku yaitu les bahasa Inggris. Hal ini hanya bertahan sampai kelas 2 SMP saja karena pada kelas 3 SMP, sorenya aku ikut les bimbingan belajar atau BIMBEL untuk persiapan UJIAN SMP. Alhamdulillah aku lulus EBTANAS SMP dengan nilai yang menggembirakan sehingga aku Alhamdulillah dapat diterima di SMK favorite yang sangat didambakan banyak siswa lulusan SMP di Jabodetabek, SMK ku satu- satunya sekolah di Jakarta yang punya program 4 tahun. Tahun lalu ketika posisiku duduk di kelas 13 atau tahun ke 4 kami diwajibkan Praktek Kerja di Industri minimal 10 bulan, di tempat kerja tersebut aku mendapat pengalaman baru yaitu BELAJAR BEKERJA, setelah itu kami harus membuat laporan dan UJIAN lagi, terasa lelah yang luar biasa, aku sampai merasa rindu ingin santai- santai tidur siang atau berjalan- jalan ke maal, bermain facebook, dan bermain bersama teman- teman. Lalu setelah masa Praktek Kerjaku habis, Laporan atau karya tulisku juga sudah selesai, perasaanku sangat senang, dan akhirnya aku lulus SMK. Dan selama 2 bulan aku menghabiskan waktu untuk bersantai- santai dan bermain bersama teman- teman.

Rencana Selanjutnya yaitu masuk kuliah, aku mencoba masuk PTN tetapi tidak diterima, lalu kucoba tes di Perguruan Tinggi Swasta yaitu Universitas Gunadarma Alhamdulillah aku diterima , dan jadilah aku sekarang ini sebagai mahasiswi Gunadarma, semoga Allah memudahkan dan melancarkan semua urusanku, semua ini berkat dukungan serta doa dari KELUARGAKU .

Ketika saya masih kecil sangat terasa sekali kesendirianku ini, ketika sepulangnya dari sekolah, rumahku terasa sepi, tak ada pembantu, tak ada kakak adik atau nenek, tak ada siapapun. Aku hanya seorang diri. Ketika lebaran datang pun seperti itu, sewaktu kecil saya adalah seorang anak yang sulit untuk bergaul, mungkin karena pengembangan diri saya yang tidak ditemani atau bertemu dengan orang banyak makanya saya jadi seperti itu , tapi Alhamdulillah setelah saya Praktek Kerja Lapangan selama 1 tahun, saya merasa berubah lebih baik dalam begaul.

Dari kejadian seperti yang telah aku ceritakan diatas, dapat disimpulkan bahwa semua perjuanganku dari kecil sampai sekarang tidak lepas dari kerja kerasku, dukungan dan do’a dari keluarga. Maka, jadilah seseorang yang berarti buat keluarga, lingkungan dan bermanfaat bagi sebanyak- banyaknya orang.