Pemuda atau generasi muda merupakan konsep- konsep yang selalu dikaitkan dengan masalah nilai. Misalnya pemuda harapan bangsa, pemuda pemilik masa depan, dan sebagainya yang kesemuanya merupakan beban moral bagi pemuda. Tetapi di lain pihak pemuda menghadapi persoalan- persoalan seperti ungkapan frustasi, masa depan suram, kecemasan, kenakalan pemuda, dan masalah lainnya. Kesemuanya akibat adanya kesenjangan antara keinginan dan harapan dengan kenyataan yang mereka hadapi.

Kelompok umur pemuda, menurut literatur psikologi, masih dianggap kelompok yang terbuang dari kawanan manusia normal dengan suatu subkultur tersendiri karena masa pemuda ditandai dengan berbagai perubahan menuju ke arah tercapainya kematangan dalam berbagai aspek seperti biologis, intelektual, emosional, sikap, dan nilai. Kenyataan ini lebih nampak pada masa pembangunan, yang memberikan dampak perubahan sosial.

 Pemuda dan Permasalahannya

Pemuda sering juga disebut generasi muda, merupakan istilah demografis dan sosiologis dalam konteks tertentu. Beberapa literatur mengemukakan bahwa yang dimaksud dengan pemuda ialah:
a. Mereka yang berumur antara 10- 24 tahun
b. Mereka yang berumur antara 15- 30 tahun
c. Mereka yang berumur antara 15- 35 tahun
d. Mereka yang secara psikologis mempunyai jiwa muda dan mempunyai identitas kepemudaan.

Dari beberapa pendapat di atas dapatlah dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan pemuda adalah mereka yang berumur 10- 35 tahun atau lebih, dengan catatan yang lebih dari umur 35 tahun tersebut secara psikologis mempunyai jiwa kepemudaan dan mempunyai identitas kepemudaan.

Peranan pemuda dalam masyarakat dan bangsa telah digariskan dalam GBHN, yaitu: pengembangan generasi muda dipersiapkan untuk kader penerus perjuangan bangsa dan pembangunan nasional, pengembangan wadah pembinaan generasi muda seperti sekolah, pramuka, organisasi olahraga, dan perlu diwujudkan suatu kebijaksanaan nasional tentang kepemudaan secara menyeluruh dan terpadu.

 Peranan pemuda dengan pembangunan dibedakan menjadi dua, yaitu:
a. Didasarkan atas usaha pemuda untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan- tuntutan lingkungannya. Pemuda dalam hal ini dapat berperan sebagai penerus tradisi dengan jalan menaati tradisi yang berlaku.
b. Didasarkan atas usaha menolak penyesuaian diri dengan lingkungan. Peranan pemuda jenis ini dapat dirinci dalam tiga sikap, yaitu: jenis pemuda pembangkit, mereka adalah pengurai atau pembuka kejelasan dari suatu masalah sosial. Pemuda pembangkit ini memperjuangkan masyarakat golongan marginal atau masyarakat yang tidak menikmati hasil pertumbuhan pembangunan. Yang termasuk kelompok ini diantaranya sastrawan seperti Rendra dan Chairil Anwar yang karya serta daya ciptanya mampu membangkitkan semangat perjuangan. Dan Jenis pemuda delinkuen atau pemuda nakal. Mereka tidak berniat mengadakan perubahan, baik pada budaya maupun pada masyarakat, tetapi hanya berusaha melakukan tindakan menguntungkan bagi dirinya, sekalipun dalam kenyataannya merugikan. Dan yang terakhir, jenis pemuda radikal. Mereka berkeinginan besar mengubah masyarakat dan kebudayaan lewat cara- cara radikal, dan revolusioner, yaitu tekad untuk mengubah sekarang dan tidak peduli bagaimana selanjutnya, tidak dipikirkan lebih jauh.

Kedudukan pemuda dalam masyarakat adalah sebagai makhluk moral dan makhluk sosial. Artinya beretika, bersusila, dijadikan sebagai barometer moral kehidupan bangsa dan pengoreksi. Sebagai makhluk sosial artinya pemuda tidak dapat berdiri sendiri, yaitu hidup bersama- sama dan dapat menyesuaikan diri dengan norma- norma, kepribadian, dan pandangan hidup yang dianut masyarakat. Sebagai makhluk individual artinya tidak melakukan kebebasan sebebas- bebasnya, tetapi disertai rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri, masyarakat, dan Tuhan Yang Maha Esa.

Pemuda perlu memahami hakikat kepemudaannya dalam wawasan kehidupan, yaitu:

 Perlu disadari bahwa proses perkembangan manusia bukan sebagai suatu kontinum yang sambung- bersambung, melainkan fragmentaris, terpecah- pecah, dan setiap fragmen mempunyai arti sendiri- sendiri. Dinamika pemuda, tidak lebih dari usaha untuk menyesuaikan diri dengan pola- pola kelakuan yang sudah tersedia.
 Posisi pemuda dalam arah kehidupan itu sendiri mempunyai pola yang ditentukan oleh suatu pemikiran yang diwakili oleh generasi tua yang tersembunyi di balik tradisi. Dinamika pemuda tidak dilihat sebagai sebagian dari dinamika wawasan kehidupan. Pemuda dianggap sebagai objek dari penerapan pola- pola kehidupan yang sedikit—banyak telah ditentukan, dan orang tualah yang merupakan subjek yang telah menghidupi sendiri tata kehidupan.