• Individu

Kata “Individu” berasal dari kata latin, yaitu individuum, berarti “yang tak terbagi”. Jadi merupakan suatu sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Dalam ilmu sosial paham individu menyangkut tabiatnya dengan kehidupan jiwanya yang majemuk, memegang peranan dalam pergaulan hidup manusia.

Individu bukan berarti manusia sebagai suatu keseluruhan yang tak dapat dibagi, melainkan sebagai kesatuan yang terbatas, yaitu sebagai manusia perseorangan. Dengan demikian sering digunakan sebutan “orang- seorang” atau “manusia perseorangan”. Sifat dan fungsi orang- orang di sekitar kita adalah makhluk- makhluk yang agak berdiri sendiri. Dalam berbagai hal bersama- sama satu sama lain, tetapi dalam banyak hal, banyak pula perbedaannya. Pada setiap anggota suatu bangsa yang bermacam- macam tingkat peradabannya, terjadi diferensiasi dengan corak sifat dan tabiat beraneka macam.

Timbulnya diferensiasi bukan hanya pembawaan, tetapi melalui kaitan dengan dunia yang telah mempunyai sejarah dengan peradabannya. Hal ini memberikan keuntungan rohani bagi individu seperti bahasa, agama, adat- istiadat dan kebiasaan, faham- faham hukum, ilmu pengetahuan dan sebagainya. Semuanya telah ditata dan dipakai oleh generasi sebelumnya. Akan tetapi, betapapun besarnya pengaruh lingkungan sosial terhadap individu, manusia tetap mempunyai watak dan sifat tertentu, yang aktif di tengah- tengah sesama manusia lainnya. Individu yang mempunyai aktivitas sadar lebih dari ukuran rata- rata disebut orang yang mempunyai kepribadian lebih.

Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan khas di dalam lingkungan sosialnya, melainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku yang spesifik dari dirinya. Persepsi terhadap individu atau hasil pengamatan manusia dengan segala maknanya merupakan suatu keutuhan ciptaan tuhan yang mempunyai tiga aspek melekat pada dirinya, yaitu aspek jasmaniah, aspek psikis rohaniah, dan aspek sosial kebersamaan. Ketiga aspek tersebut saling mempengaruhi, keguncangan pada satu aspek akan membawa akibat pada aspek lainnya.

• Keluarga

Keluarga diartikan sebagai suatu satuan sosial terkecil yang dimiliki manusia sebagai makhluk sosial, yang ditandai adanya kerja sama ekonomi. Menurut William J. Goode, 1983, fungsi keluarga meliputi pengaturan seksual, reproduksi, sosialisasi, pemeliharaan, penempatan anak dalam masyarakat, pemuas kebutuhan perseorangan, dan kontrol sosial. Kalau menurut saya, fungsi keluarga adalah untuk saling berkomunikasi satu dengan yang lainnya, bersifat saling terbuka, sebagai tempat untuk share kepada orang tua, tempat untuk belajar mana yang baik maupun yang salah, saling mengerti, menghormati, menumbuhkan sikap tanggung jawab, dan menerapkan sikap patuh kepada orang tua.

Deferensi peranan adalah fungsi solidaritas, alokasi ekonomi, alokasi kekuasaan, alokasi integrasi (sosialisasi), dan ekspresi. Kesemuanya atas pertimbangan umur, perbedaan seks, generasi, perbedaan posisi ekonomi, dan pembagian kekuasaan. Bentuk keluarga terdiri dari seorang suami, istri, dan anak-anak yang biasanya tinggal dalam satu rumah yang sama. Secara resmi, biasanya selalu terbentuk oleh adanya hubungan perkawinan.

• Masyarakat

Dalam bahasa Inggris masyarakat disebut society, asal katanya socius yang berarti kawan. Adapun kata “masyarakat” berasal dari bahasa Arab, yaitu syirk, artinya bergaul. Adanya saling bergaul ini tentu karena ada bentuk- bentuk aturan hidup, yang bukan disebabkan oleh manusia sebagai perseorangan, melainkan oleh unsur- unsur kekuatan lain dalam lingkungan sosial yang merupakan kesatuan. Para ahli seperti Maclver, J.L. Gillin dan J.P. Gillin sepakat bahwa adanya saling bergaul dan interaksi, karena mempunyai nilai- nilai, norma- norma, cara- cara, dan prosedur yang merupakan kebutuhan bersama sehingga masyarakat merupakan kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat- istiadat tertentu, yang bersifat kontinyu dan terikat oleh suatu rasa identitas bersama.

Untuk arti yang lebih khusus, masyarakat disebut dengan kesatuan sosial, yaitu mempunyai ikatan- ikatan kasih sayang yang erat. Kesatuan sosial mempunyai kehidupan jiwa seperti adanya ungkapan- ungkapan jiwa rakyat, kehendak rakyat, kesadaran masyarakat, dan sebagainya. Dalam hal ini, individu berada di bawah pengaruh suatu kesatuan sosial. Jiwa masyarakat ini merupakan potensi yang berasal dari unsur- unsur masyarakat, meliputi pranata, status dan peranan sosial.