Akibat dari penebangan hutan liar, perburuan liar, bertambahnya populasi manusia dan keseimbangan alam yang terganggu, diperkirakan lebih dari 10.000 spesies hewan terancam punah. Beberapa diantaranya yaitu :

1. Kura – kura Pulau Pinta Galapagos

Kura-kura Pulau Pinta adalah satu di antara beberapa spesies kura-kura raksasa penghuni Kepulauan Galapagos. Satu hewan paling langka di dunia karena hanya tinggal seekor yang terdeteksi masih hidup.

Kura-kura terakhir itu bernama Lonesome George, satu-satunya yang masih bertahan hiup dari ras Pulau Pinta. Kura-kura raksasa ini menjadi simbol kerapuhan Pulau Galapagos.

Spesies kura-kura ini sudah dianggap punah sampai tahun 1971, ketika akhirnya Lonesome George ditemukan jagawana. Sejak saat itu, Charles Darwin Research Station gencar mencari kura-kura betina dari jenis yang sama, bahkan menawarkan hadiah sebesar $ 10.000 bagi mereka yang bisa menemukannya.

2. Hiu Gergaji

populasi anggota famili Pristidae yang bernama Latin Pristis Microdon ini terus menyusut. mereka kerap diburu oleh para kolektor ikan secara tidak bertanggung jawab. Bahkan penduduk setempat masih sering menangkapnya karena dianggap sebagai predator ikan-ikan lain.

Ikan yang menyebar di Australia, India, Papua Nugini, Afrika Selatan dan Thailand ini tergolong penghuni air tawar dan menyukai daerah tropis. Biasanya mereka hidup di danau-danau besar, sungai besar atau rawa-rawa tertentu. Di Indonesia ikan hiu gergaji terdapat di Sungai Digul, Sungai Mahakam (Kalimantan), Sungai Siak dan Sungai Sepih.

Mereka senang memangsa ikan-ikan berukuran sedang atau yang berbadan lebih kecil. Ukuran tubuh hiu gergaji sendiri lumayan besar, mampu mencapai 6,6 meter. Mulutnya yang diselimuti gerigi tajam cukup ampuh untuk melumpuhkan mangsanya dalam sekejap mata. Padahal menurut beberapa ahli, pandangan mata hiu gergaji tidak terlalu baik, bahkan cenderung buram. Mereka lebih mengandalkan daya penciumannya yang lumayan tajam.

Tubuhnya tergolong ramping dibandingkan dengan hiu sejenis. Ini menyebabkan mereka bisa berenang dengan kecepatan di atas rata-rata dan dengan mudah melesat mengejar mangsa. Tubuh hiu jenis ini berwarna hitam keabu-abuan. Bagian bawah tubuhnya berwarna lebih pucat atau keputih-putihan. Warna tubuhnya cukup beragam, tergantung di mana habitat mereka.

3. Merak Biru atau merak India

Merak biru atau Merak India, yang dalam nama ilmiahnya Pavo cristatus adalah salah satu dari tiga spesies merak. Merak Biru mempunyai bulu berwarna biru gelap mengilap. Burung jantan dewasa berukuran besar, panjangnya dapat mencapai 230 cm, dengan penutup ekor yang sangat panjang berwarna hijau metalik. Di atas kepalanya terdapat jambul tegak biru membentuk kipas. Populasi Merak Biru tersebar di hutan terbuka dengan padang rumput di India,Pakistan, Sri Lanka, Nepal dan Bhutan. Sebelumnya spesies ini ditemukan juga diBangladesh, namun sekarang kemungkinan besar telah punah di sana.

4. Paus Raksasa

5 dari 13 spesies paus raksasa terancam punah, akibat dari kegiatan perburuan ikan paus yang sudah ada sejak tahun 6000 SM. Oleh karena itu, untuk mengatur agar tidak ada perburuan paus secara berlebihan, kegiatan perburuan ikan paus secara internasional diatur oleh komisi perburuan paus internasional (IWC)

5. Angsa Putih

Angsa Putih (Cygnusolor) adalah bagian Eurasia dari keluarga bebek, angsa dan itik Anatidae. Angsa putih adalah salah satu spesies yang dilindungi oleh Agreement on the Conservation of African – Eurasian Migratory Waterbirds (AEWA) dan Konvensi Ramsar tahun 1972. Akan tetapi, angka populasinya berfluktuasi dikarenakan polusi, pencemaran timbal, pembangunan menara, kabel-kabel, dan hilangnya habitat karena pembangunan.

6. Harimau Sumatera

Berdasarkan hasil evaluasi balai besar TNBBS bersama sejumlah NGO, mulai dari Rhino Protection Unit, Worldwide Fun for natur (WWF), dan Wildlife conservation society (WCS) di bentangan TNBBS, populasi Harimau Sumatera saat ini tinggal 40-80 ekor saja.

7. Badak Sumatera

Badak Sumatra (Dicerorhinus sumatrensis) adalah satu-satunya badak bercula dua tinggal di Asia. Mereka saat ini terdaftar dalam golongan hampir punah oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN) dan merupakan salah satu mamalia yang paling langka ditemukan di alam liar. Mereka telah diburu sampai mendekati kepunahan, terutama untuk tanduk yang diyakini memiliki sifat obat dan juga digunakan untuk diukir. Ada juga masalah dengan habitat alami mereka ditebang untuk membuat jalan bagi industri dan pertanian.

Badak Sumatera ditemukan di hutan hujan tropis di daerah-daerah terisolir di Indonesia. Mereka paling aktif di malam hari, makan di pagi dan sore hari, dan menghabiskan sebagian besar hari dan beristirahat di kolam lumpur. Mereka telah tercatat bermigrasi, menghabiskan lebih sejuk bulan di lembah-lembah dataran rendah dan menghabiskan bagian panas tahun di daerah pegunungan. Badak Jantan memiliki tanduk agak lebih besar daripada betina. Mereka dapat mencapai ketinggian orang dewasa penuh sekitar 8-10 kaki (2-3 meter) dengan tinggi bahu sekitar 4 kaki (135 cm) dan memiliki ekor relatif panjang, berukuran sekitar 20 inci (50 cm). Mempunyai bobot sekitar 1000 kg (2200 pounds).

8. Gajah Sumatera

Gajah Sumatera adalah subspesies dari gajah Asia yang hanya berhabitat di pulau Sumatera. Gajah Sumatera berpostur lebih kecil daripada subspesies gajah India. Populasinya semakin menurun dan menjadi spesies yang sangat terancam. Sekitar 2000 – 2700 ekor gajah Sumatra yang tersisa di alam liar berdasarkan survei tahun 2000.

Sebanyak 65% populasi gajah Sumatra lenyap akibat dibunuh manusia dan 30% kemungkinan diracuni manusia. Sekitar 83% habitat gajah Sumatra telah menjadi wilayah perkebunan akibat perambahan yang agresif untuk perkebunan.

9. Katak Pohon Panama

katak pohon Panama

yang ditemukan empat tahun lalu

merupakan

salah satu dari 1.895 spesies amfibi yang diperkirakan akan segera menghilang dikarenakan gencarnya penebangan hutan dan infeksi lingkungan.

Miris sekali melihat kejadian seperti ini, masih banyak lagi  hewan yang berstatus “terancam punah/ langka” yang saya belum sebutkan disini. Sebagai manusia yang mempunyai budi pekerti yang baik, terapkanlah mulai dari diri sendiri, cintai lingkungan, cintai alam sekitar, dan jadilah pribadi yang baik dan berguna untuk semua makhluk hidup di sekitar kita. Di dunia ini bukan hanya manusia saja penghuni nya, tetapi tanpa hewan, tumbuhan dan makhluk hidup lainnya, kehidupan dibumi akan terasa hampa dan ekosistem alam akan kacau balau karena semuanya saling ketergantungan. Maka cintailah dan rawat mereka. ^_^