Penduduk memegang peranan penting dalam pembangunan ekonomi. Melalui berbagai aspek seperti besarnya jumlah penduduk, penyebaran geografis, kepadatan penduduk, komposisi dalam usia, jenis kelamin, pendidikan dan kesehatan, serta tingkat pertumbuhannya, maka jelaslah bahwa penduduk dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, baik dalam makna buruk maupun baik.

Masalah kependudukan erat kaitannya dengan pembangunan ekonomi. Selain menyangkut produk nasional riel dan produk per kapita riel, juga terjadi perubahan- perubahan institutional dan perubahan- perubahan struktural ekonomi masyarakat. Hal ini tercermin dari perubahan atau pergeseran peranan sumbangan sektor- sektor ekonomi dalam produk dan pendapatan nasional.

Indonesia mempunyai masalah kependudukan yang sudah cukup padat karena tidak hanya dapat dibatasi dengan Program Keluarga Berencana, tetapi menyangkut masalah tenaga kerja dan lain- lainnya. Hal ini disebabkan oleh adanya pertumbuhan penduduk yang sangat pesat serta kaitannya dengan masalah yang disebabkan oleh pertumbuhan penduduk itu sendiri. Akan tetapi di lain pihak pertumbuhan penduduk itu sendiri merupakan dorongan untuk pembangunan di segala bidang. Dari sudut inilah mudah dipahami apabila pertumbuhan penduduk sering ditelaah sudut pengaruhnya yang buruk kepada pertumbuhan ekonomi. Lebih- lebih bagi negara- negara yang ekonominya tengah berkembang dan memiliki struktur ekonomi yang berat sebelah pada pertanian serta kekurangan modal.

Masalah kepadatan penduduk, kecepatan perkembangannya, penyebarannya yang tidak merata, produktivitas rata- rata yang relatif rendah, pengangguran dan masalah underitilized dari angkatan kerja tersebut, telah lama menjadi pusat perhatian dan merupakan bagian dari sasaran perbaikan dalam strategi pembangunan Indonesia. Dengan demikian perlu disadari, bahwa pemecahan untuk masalah- masalah tersebut meliputi aspek- aspek perluasan pendidikan dan peningkatan keterampilan, pembinaan dan pengembangan kewiraswastaan yang memungkinkan tumbuhnya self creating jobs ataupun self employment, di samping peningkatan dan perluasan investasi yang lebih berorientasi kepada kegiatan- kegiatan yang padat karya dan program- program konvensional lain seperti keluarga berencana dan transmigrasi.

Tekanan penduduk pada sumber- sumber kekayaan yang terbatas di negara- negara yang ekonominya tengah berkembang juga mengakibatkan bahwa lebih banyak dari kekayaan yang tersedia harus dipakai untuk memenuhi kebutuhan konsumsi pertambahan penduduk itu. Hal ini berarti, bahwa kekayaan negara akan teralihkan dari tabungan, investasi modal, dan investasi manusia, kearah konsumsi, sehingga capital- labour ratio akan semakin kecil dan tingkat produktivitas semakin merosot.

Bekerja atau tidak, manusia tetap membutuhkan makanan (Pangan). Dalam hal ini terdapat kenyataan, bahwa tingkat kenaikan produksi beras yang sudah cukup memadai masih dikalahkan oleh tingkat kenaikan jumlah masyarakat yang amat berorientasi kepada beras. Sedangkan hubungan dengan masalah pendidikan yaitu suatu bangsa akan berhasil dalam pembangunannya secara self propelling dan tumbuh menjadi bangsa yang maju apabila telah berhasil memenuhi minimum jumlah dan mutu dalam pendidikan penduduknya. Karena pendidikan membentuk manusia- manusia membangun. Pendidikan dapat mengembangkan semangat “inner will peningkatan kemampuan diri dan bangsa” yang terpencar dalam pembangunan pendidikan mental intelektual, dan professional bagi seluruh penduduk dan pemuda Indonesia.

Pertumbuhan penduduk di kebanyakan negara yang ekonominya tengah berkembang adalah akibat tingkat kelahiran yang tinggi dibarengi oleh tingkat kematian yang menurun. Tingkat kelahiran yang tinggi ini dalam banyak hal menyebabkan bahwa pola usia penduduk cenderung pada usia anak- anak, sehingga penduduk yang dewasa dan menduduki yang secara ekonomis adalah usia paling produktif, berkurang secara proposional. Tingkat kematian menurun terutama pada lapisan penduduk berusia rendah, seperti bayi dan anak- anak, sehingga proposi anak meningkat. Struktur penduduk dengan pola usia dan burden of dependency seperti ini pada umumnya tidak menumbuhkan semangat pembangunan.

Akhirnya terdapat pula pendapat bahwa pertumbuhan penduduk mempengaruhi stabilitas, baik stabilitas politik maupun sosial, berkat pengaruhnya kepada pencapaian keseimbangan di dalam negeri dan peningkatan jumlah penduduk sebagai sumber kekuasaan politik dan militer. Stabilitas serupa ini dapat memberikan motivasi pembangunan.

Pertumbuhan penduduk tidaklah a priori yang bersifat merugikan atau a priori yang bersifat menguntungkan pembangunan. Pertumbuhan penduduk memiliki kemampuan untuk memberi pengaruh yang bersifat baik dan buruk. Maka net- effect dari kedua kekuatan yang menambah dan mengurangi pendapatan merupakan hasil akhir dari pengaruh pertumbuhan penduduk pada pembangunan. Hasil akhir serupa ini dapat berbeda- beda untuk masing- masing negara. Hal ini bergantung kepada kondisi- kondisi yang memungkinkan faktor- faktor mana yang terutama dapat berlaku. Untuk keperluan analisis kita adalah penting untuk menjelajah sampai berapa jauh pertumbuhan penduduk memberi pengaruh kepada pembangunan ekonomi Indonesia.

About these ads