Perubahan masyarakat tradisional kearah modern menimbulkan pergeseran peran serta fungsi dari lembaga- lembaga yang lama ke yang baru. Ada yang mempertahankan status quo dan memandang perubahan sebagai ancaman, di lain pihak terdapat golongan elite baru yang melancarkan pembaharuan. Pergeseran- pergeseran tersebut melahirkan sejumlah teori pelapisan sosial, ada yang menganggap sebagai sesuatu yang wajar, fungsional, dan sebagainya. Tetapi pada hakikatnya pelapisan mengacu kepada urutan atau tatanan yang hierarkis seperti tinggi- rendah, unggul- biasa, superior- inferior, priyayi- wong cilik, kaum ningrat- rakyat jelata, santri- abangan, yang selalu tercakup dalam lapisan sosial. Dan perbedaan itu mencerminkan pola masyarakat, mengatur kedudukan dan peranan sesuai dengan pola- pola tersebut.

Mengapa ada pelapisan sosial dalam masyarakat, bukan saja Karena ada perbedaan, tetapi karena kemampuan manusia menilai perbedaan itu dengan menerapkan berbagai kriteria. Artinya menganggap ada sesuatu yang dihargai, maka sesuatu yang dihargai itu menjadi bibit yang menumbuhkan adanya system berlapis- lapisan dalam masyarakat. Sesuatu yang dihargai dapat berupa uang atau benda yang bernilai ekonomis, kekuasaan, ilmu pengetahuan, kesolehan dalam agama, dan keturunan yang terhormat.

Proses terjadinya sistem lapisan- lapisan dalam masyarakat, dapat terjadi dengan sendirinya atau sengaja disusun untuk mengejar suatu tujuan bersama. Sistem lapisan sosial yang sengaja disusun biasanya mengacu kepada pembagian kekuasaan dan wewenang yang resmi dalam organisasi formal. Agar dalam masyarakat manusia hidup dengan teratur, maka kekuasaan dan wewenang yang ada harus dibagi dengan teratur dalam suatu organisasi. Bila tidak, kemungkinan besar terjadi pertentangan yang dapat membahayakan keutuhan masyarakat.

Sifat dari sistem berlapis- lapisan dalam masyarakat ada yang tertutup dan ada yang terbuka. Yang bersifat tertutup tidak memungkinkan pindahnya orang- seorang dari suatu lapisan ke lapisan yang lain, baik gerak pindahnya ke atas maupun ke bawah. Keanggotaan dari suatu lapisan tertutup, diperoleh melalui kelahiran. Sedangkan pada masyarakat yang sistem lapisannya terbuka, setiap anggota mempunyai kesempatan buat berusaha dengan kecakapannya sendiri untuk naik lapisan atau jatuh kelapisan di bawahnya.

Dalam terminologi, ada perbedaan antara model kelas yang murni, abstrak, dan kongkret. Model yang murni adalah yang menguasai hak kuasa atas sarana produksi dan nilai lebih, dan mereka menguasai langsung melalui pembelian tenaga kerja, serta yang tidak langsung tentang kepemilikan tanah maupun modal. Kelas yang kongret adalah kelas peralihan yang terbentuk di dalam suatu tahap sejarah. Istilah kelas terkadang tidak selalu mempunyai arti yang sama. Ada kalanya yang dimaksud dengan kelas adalah semua orang dan keluarga yang sadar akan kedudukannya di dalam suatu lapisan, sedangkan kedudukan mereka itu diketahui serta diakui oleh masyarakat umum. Dalam kajian sosiologi, kelas- kelas dapat hidup dan bekerja sama tanpa pertentangan dan senantiasa ada sepanjang masa di dalam tiap- tiap masyarakat yang hidup teratur. Riwayat terbentuknya kelas- kelas menurut aliran fungsional adalah

a. Pada awalnya manusia hidup berkelompok tanpa tatanan sosial tertentu. Setiap Pribadi merdeka dan sama derajat. Sarana produksi belum tercipta, sehingga penduduk tidak terbagi- bagi atas dasar pemilikan keahlian.

b. Usaha tani berkembang, sumber daya terbatas sehingga menuntut hadirnya peralatan- peralatan khusus yang pada gilirannya menciptakan kesempatan- kesempatan baru atas penguasaan alat yang tidak setiap orang mampu memilikinya. Yang tidak mampu membeli atau menyewa peralatan harus bekerja keras, atau bekerja pada orang yang memiliki peralatan tersebut. Secara mendasar manusia mulai terbagi dan prinsip perbudakan mulai merembes menggeser struktur dasar.

c. Perbudakan berubah kearah prinsip- prinsip kuli kontrak. Yang dahulunya seorang budak, pelan- pelan statusnya bergeser mengikuti pergeseran lahan. Meskipun mereka merdeka, keterikatan pada lahan membuatnya tidak berdaya mengikuti kehendak tuan- tuan tanah. Meski nyawa tetap di badan, namun bila tanah garapan dijual dan tuan pemilik berganti, maka terbawa pula seluruh kuli yang ada dalam tata usaha pengolahan lahan itu.

d. Prinsip kuli kontrak memberi kesempatan bagi tumbuhnya benih- benih feodalisme, tata penguasaan di tangan minoritas bangsawan. Buruh menjadi bergantung kepada lahan usaha tempat ia mengandalkan hidupnya. Dirinya terikat kepada aristokrat. Hak- hak yang dimilikinya, baik hak sipil maupun hak sosial, tetap saja hilang.

e. Struktur dasar bergeser kearah prinsip borjuis. Lapisan ini bukan petani, bukan aristokrat, melainkan kelas menengah. Dengan memiliki alat dan sarana- sarana produksi, kelompok ini mampu menguasai industri dan mesin.

f. Kini kaum borjuis memperoleh keuntungan yang besar. Maka muncul gejala baru, yaitu lapisan ini menjadi embrio sebuah kapitalisme industri. Perkembangan selanjutnya adalah memberi peluang terhadap terjadinya pertentangan kelas.

Dalam ilustrasi diatas, masyarakat terbagi ke dalam dua lapisan utama, yaitu struktur dasar yang meliputi lapisan bawah dan lapisan atas.

• Kelompok Kedudukan sebagai Dimensi Pelapisan Sosial

Kedudukan berbeda dengan kelas. Kedudukan adalah lapisan yang berdasarkan atas kehormatan kemasyarakatan. Menurut Weber, status atau kedudukan merupakan hal yang menyangkut gaya hidup, kehormatan, dan hak- hak istimewa. Kalau kelas berkaitan dengan produksi, maka kedudukan berkaitan dengan konsumsi barang- barang. Masyarakat pada umumnya mengembangkan dua macam kedudukan, yaitu ascribe-status yang artinya kedudukan seseorang tanpa memperhatikan perbedaan- perbedaan rohaniah dan kemampuannya, diperoleh karena kelahiran, misalnya bangsawan, dan kasta. Kedudukan yang kedua adalah achieved-status yang artinya kedudukan yang dicapai seseorang dengan usaha- usaha yang disengaja sesuai dengan kemampuannya. Tiada kedudukan tanpa peranan dan juga sebaliknya. Peranan merupakan aspek dinamis dari status, yaitu melaksanakan hak- hak dan kewajiban- kewajiban yang melekat pada kedudukannya.

About these ads